cerpen : PENGORBANAN

15/11/2011 at 8:28 am Leave a comment

Prang… suara gelas yang pecah berserakan di lantai kantin kampus “eh denger yah kamu tuh gak pantes deket – deket sama aku” sambil menyiramkan mie ayam yang baru di pesan salah seorang laki-laki cukamun yang baru dateng dari desa. “denger yah jangan deket-deketin aku lagi” sambil pergi meninggalkan laki-laki cupu tersebut.
“Sabar yah radit emang dia kaya gitu sombong” kata salah seorang temennya, “iya gpp emang aku juga tau aku ga pantes deket –deketin dia, tapi aku suka sama dia “ setelah kejadian di kantin tadi radit murid pindahan dari desa yang berambut poni dan berkacamata minus itu pun pergi ke kelasnya dengan baju yang basah kena siram mie . di kelas nya ia ditanya oleh temen-temennya kenapa dia kaya gitu tapi dia menutup-nutupi karna emang dia suka sama ceakue yang menyiram dia dengan mie ayam di kantin tadi . “pasti sama vika lagi yah “ kata rini sahabat radit yang duduk sebangku sama dia, “emm bukan ko .. “ dengan gugup dia berkata karna dia tak ingin sahabatnya kaakuatir “ah jangan boong deh aku tuh dah lama temenan sama kamu, mungkin aku bisa Bantu kamu “    katanya “emh sebenernya sih aku tuh sayang banget sama dia tapi dia ga mau nerima aku padahal apapun udah aku lakuin buat dia .Kringg….. bell sekolah pun berbunyi semua kesibukan di sekolah pun lama kelamaan berkurang karna anak-anak pada pulang
“ vik mau pulang bareng ga, udah bareng aja sama  kita kita naek mobil “ kata salah satu temannya yang ada di dalam mobil “emhh yaudah deh boleh , mereka pun pulang bersama kelima temannya dengan menggunakan mobil Mercedes merah berplat nomor B 120692 YC . “eh denger-denger kamu lagi di deketin sama coakuo ya vik?” kata temen nya “iya kenalin ke kita-kita donk pasti ganteng” ngedenger temen-temennya bilang gitu vika pun kaget dan berfikir “emm kan yang deketin aku tuh si cukamun itu..” sambil melamun ia mengingat tampangnya yang cukamun. “eh kamu ko malah ngelamun sih vik orang di Tanya juga “ “eehh iya aku lagi di dketin am coakuo” kata vika dengan gugup karna memang yang deketin dia tuh ga ganteng and cupu pula “ jadi boleh donk kita kenalan sama coakuo itu emmm pasti ganteng “ “ err .. gimana ya ga deh kaya nya.
Saking asik mengobrol di mobil riri temen nya yang sedang menyupir pun jadi ga konsen ke jalan “ehhh ri aakuas di depan looo !!!!!!” tidiiiittttt …….. brak….. suara kaca mobil pun pecah .. tabrakan pun tak bisa di hindari mobil Mercedes yang dipake sama mereka hancur karna tabrakan dengan truk gandeng, bemper mobil, kaca depan belakang hancur karna mobil sedang melaju dengan kecepatan 120 km/jam. Keadaan jalan raya pun mejadi ramai karna insiden tabrakan ini “ tolonggg .. tolong telepon ambulance” kata seorang pejalan kaki yang melihat kejadian . “wiung wiung wiung” tak lama kemudian ambulance dan polisi pun datang ke tempat kejadian . mereka pun di baakua ke rumah sakit terdekat . polisi pun menelpon para kekamuarga korban. “ halo dengan ibu nya vika “ “ iya saya sendiri ini siapa yah ? vika nya mana “ kata ibunya keheranan “ saya polisi bu saya ingin memberitahukan anak anda mengalami kecelakaan, dan sekarang sudah di larikan ke rumah sakit terdekat” “ apa… ba..ba..ik pa saya akan ke sana sekarang , rumah sakit mana pak” “ di gatot subrono” “ ….. “ ibu vika pun shock mendengar anak kesayangan nya kecelakaan .
Setelah sampai di rumah sakit ibu vika langsung mencari ruangan vika berada “ ba pasien yang nama nya vika di mana ya? “ “ oh di ruang ICU di ujung jalan ini bu “ kata receptionist rumah sakit tersebut . segera ibu vika menuju keruangan tersebut di sana sudah ada kekamuarga temen-temennya yang lain . “ dokter-dokter gimana keadaan anak saya dok .. gimana dok ?” “ tenang –tenang ibu , ibu ini ibunya siapa ?” kata dokter tersebut dengan nada yang tenang “ saya ibunya vika dok, gimana keadaan nya dok?”
“ em anak ibu sekarang sedang di ruang ICU karna tabrakan nya sangat parah dan pada saat kejadian dia duduk di depan menurut polisi, dan karena itu di terkena pecahan-pecahan kaca dan ada yang mengenai matanya sehingga matanya tidak dapat melihat lagi” “ apa …ga .. ga .. ga mungkin dok dokter pasti bercanda “ “ ini memang berat bu tapi kalo ada orang yang mau menorkan matanya anak ibu akan tertolong dan dapat melihat lagi, tapi persediaan mata di sini habis bu” mendengar itu si ibu langsung pingsan dan di baakua keruangan .
Keadaan di sekolah..
“ eh dit kamu tau ga si vika hari ini ga masuk?” kata temen nya bertanya ke radit “ emang ga masuk kenapa ?” “ eh kamu ga tau apa kan si vika kecelakaan kemaren ?” “ apa… yang bener kamu, terus sekarang dia ada di mana “ “ di rumah sakit gatot subrono” dan si radit pun bergegas menuju kesana “ eh kamu mau kemana “ “ kerumah sakit .. bilang aku ijin ya “ segera ia mengebut ke rumah sakit dengan motor kumbang nya . tak lama kemudia ia sampai di rumah sakit segera ia menuju ke receptionist “ ba pasien yang nama nya vika di mana ya ba ?” “ oh di ruang ICU di lorong ujung jalan ini de “ “ makasih ba” ..
Segera ia lari menuju ke ruangan itu karna ia begitu cemas dengan keadaan ceakue yang dia suka itu . . dada radit pun berdetak dengan kencang . setelah sampai di sana ia melihat ibu vika yang sedang sedih duduk di depan ruangan ICU “ bu gimana keadaan vika bu ? “ dengan gemetar .. ia bertanya tapi ibu vika malah nangis dan membuat radit pun penasaran dengan keadaan ceakue yang ia suka ituh “ dia sekarang ga bisa ngeliat lagi “ brak… mendengar kata-kata itu bagaikan petir yang menyambar dengan kencang .. brukk adit pun langsung tak kuat berdiri .. dan menangis terisak . tak lama kemuadian datang dokter dari lorong . segera radit berdiri dan menanyakan keadaan vika yang sebenarnya “ dok gimana keadaan vika dok … apa tidak ada cara lain supaya vika dapat melihat lagi dok” dokter pun terdiam sejenak .. “ ada asal dia dapat donor mata tapi sekarang di rumah sakit ini kehabisan stock mata” radit pun diam sejenak dan berfikir “ dok donorkan mata saya saja dok” “ tapi nanti kamu gabisa lihat” “ ini sudah jadi kesepakatan saya dok karna saya sayang sama dia “ “ baik lah kita menuju ruang oprasi”
Tak lama kemudian vika pun sadar “ em dimana saya .. kenapa mata saya di tutup begini .. “ vika pun bingung “ tenang nak mamih di sini” “ mamih . . . mamih kenapa mata vika mih . . kenapa .. “ “ tenang nak Cuma kemasukan debu doank nak” ibu vika coba menenangkan vika “ udah kamu istirahat aja dukamu” . tak lama kemudian dokterpun masuk “ bisa bicara sebentar bu? “ merekapun kekamuar ruangan “ gini bu ada berita bagus ada orang yang mendonorkan matanya siang ini jadi hari ini vika bisa di oprasi “ mendengar dokter bilang begitu ibu vika pun senang sekali “ iya dok saya sangat senang sekali kapan bisa di oprasinya “ “ secepatnya bu “ tak lama kemudian vika pun di oprasi mata kurang lebih tiga atau empat jam .
Tiga hari kemudian setelah di oprasi hari itu hari dimana perban mata vika boleh di buka dan vika pun dapat melihat lagi. “ baik lah coba vika berdiri sebentar” kata dokter ke vika yang sedang tiduran “ baik dok “ “ hari ini perban vika akan di lepas dan vika bisa melihat lagi” mendengar itu vika kaget karna sebekamum nya ia Cuma di kasih tau matanya kelilipan . “ baiklah coba buka matanya sekarang “ perlahan lahan vika membuka matanya cahaya matahari terasa begitu silau terlihat di mata vika “ pusing dok “ kata vika ke dokter “ iya kamu bekamum terbiasa melihat lagi, pelan pelan kamu akan terbiasa ko” kata-kata dokter membuat hati vika agak lebih tenang, setelah beberapa jam ia bisa melihat ibunya yang duduk di samping nya “ mamih .. . “ ibu nya pun kaget dan merasa sangat senang “ sukurlah kamu bisa melihat lagi nak “,“ kenapa mamih bohong ke vika soal mata vika “ ibu vika pun terdiam sejenak “ karna mamih ga pengen buat vika khaakuatir nak “ setelah itu ibu vika menjelaskan apa yang terjadi sebekamumnya , dan menceritakan soal stock mata yang habis di rumah sakit , sejenak vika terdiam dan berfikir siapakah orang yang baik hati mendonorkan matanya untuknya, di kepala vika terus terbesit siapa orang itu, siapa orang itu, akhirnya ia bertekad mencari orang yang baik hati itu. Vika mencoba bertanya kepada dokter yang mengoprasi matanya “ dok kalau boleh saya tahu siapa orang yang telah baik hati mendonorkan matanya dok” dokterpun terdiam sejenak mengingat akan kata kata radit “dok tolong jangan kasih tahu saya yang mendonorkan matanya ke vika “ terbesit kata kata itu di kepala dokter “ saya tidak bisa membertahu nama nya tapi ini alamat rumah oarng tersebut” mendengar kata – kata itu vika makin penasaran ingin tahu “ baik lah dok saya akan pergi ke rumah ini “ kata vika sambil berpamitan ke dokter .” em gang sirsak no 3 yah .. kalo ga salah ga jauh dari sini deh” . “ taksi.. taksi “ taksipun berhenti dan vika pun segera naik ke dalam taksi “ mau kemana non ? “ Tanya supir taksi tersebut “ gang sirsak no 3 bang , cpetan ya bang” “ baik non”
taksipun melaju dengan cepat sehingga tak lama kemudian vika sudah sampai di depan rumah sederhana , di depan rumah tersebut banyak sekali pohon-pohon yang rindang dan udara di sekitar pun menjadi sejuk “ em kalo ga salah ini deh rumahnya “  “ permisi .. permisi “  tak lama kemudian datang seorang ibu “ ya ada apa dek “ “em bener bu ini alamat rumah  ibu” sambil menunjukan alamat kepada si ibu. “ ia betul ayo masuk-masuk” vika pun masuk kedalam rumah ia pun menceritakan maksud kedatangan nya kerumah itu “ kalo yang kamu maksu itu anak ku ia ada di dalam kamar” perasaan vika pun  campur aduk antara takut, senang ,sedih, “meski pun begitu aku harus kuat” kata nya dalam hati , perlahan tapi pasti ia melangkah ke sebuah kamar yang hanya di terangi lampu remang-remang dan di dinding – dinding nya tertempel foto foto dan  poster-poster . vika melihat seorang yang sedang tiduran di tutupi selimut “ apakah itu ibu” kata seseorang yang berselimut itu.
  vika pun kaget mendengar suara yang tidak lagi asing di telinga nya hatinya mulai gemetar , air mata nya pun tak mampu ia pendung , ia menangis seadanya saat melihat ternyata yang berbaring itu radit orang yang selakamu ia hina, ia abaikan , ia cerca , ternyata ia yang mendonorkan matanya untuku. “ ra…d..it.apakah itu kamu?” radit pun kaget mendengar bukan suara ibunya. “ siapa kamu? “ “ aku vika dit “ vika pun menagis lagi sampai terdengar oleh nya “ kenapa kamu menangis ? “ vika masih tidak percaya “ ke kenapa kamu mendonorkan matamu ?” suara vika tersedu sedu karna air matanya mengalir terus dari matanya . “ karna aku sayang sama kamu, karna aku cinta sama kamu, aku ga mau lihat kamu menderita “ .
karya yudit

Entry filed under: cerpen. Tags: .

cerpen : Crow and a jug Love Dictionary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


My Clock

My Calendar

Hii .. :)

Blog Stats

  • 26,758 hits

my twitter

MY face book

yudit poshboy

BEC 100% kuliah gratis

BogorEduCARE

me ..


%d bloggers like this: